DREAM EATER

26.2.18




Jika kamu memikirkan seseorang hingga membuatmu ingin menulis seribu buku tentangnya maka menulislah.Jika kamu memikirkan seseorang hingga membuatmu ingin menangis sepanjang malam maka menangislah.Jika kamu memikirkan seseorang hingga melupakan kebahagiaanmu sendiri maka berhati-hatilah. Sebab mungkin saja kamu sudah menghabiskan separuh atau seluruh mimpi yang kamu punya. Kamu sudah menjelma jadi pemakan mimpi.
Pemakan mimpi menjadikan cinta sebagai alibi. Mereka beranggapan bahwa semua baik-baik saja selagi orang yang dicintainya bahagia. Prettt. Kamu tidak salah jika berpikiran seperti itu. Hanya saja tolong pikirkan baik-baik. Tolong pastikan betul-betul. Pastikan ada cinta untuk dirimu sendiri sebelum kamu mencintainya. Sebelum kamu mempertaruhkan kebahagiaanmu untuknya. Tolong pastikan segera. Sebelum kamu menyesali betapa banyak mimpi yang dikunyah tanpa disadari. Betapa banyak mimpi yang cuma jadi kotoran tanpa sempat dibagikan.

Iya, saya tau. Orang itu adalah orang yang telah memberi banyak pada dirimu. Itu sebabnya kamu rela berkorban banyak demi dia, demi mereka. Ada potongan dialog dari film  yang membekas di benak saya. Kira-kira kalimatnya begini,
Jungkir balik membahagiakan orang lain tapi diri sendiri tidak bahagia. Kebahagiaan yang kamu kasih itu kayak cek kosong. Kalo mau kasih uang mesti punya uangnya dulu. Kalo mau membahagiakan orang lain ya mesti bahagia dulu.

Uwow. Berasa ditampar dengernya. Kamu mungkin gak setuju dan punya opini sendiri. Tapi kamu pasti setuju kalo pemeran pria di film itu kece halahh. Semuanya tergantung dirimu sekarang. Masih tetap pada pendirian bahwa kebahagiaanmu tergantung pada kebahagiaan orang lain? ya silakan. Yang jelas orang yang bahagia tidak akan menelan mimpinya sendiri.

Jadi mumpung masih ada waktu, kamu masih bisa membuat mimpi baru. Boleh saja jika itu mimpi yang sama dengan sebelumnya. Tapi kali ini buatlah mimpi yang enak dan sajikan kepada dunia. Jangan rakus dan menikmatinya sendiri. Oya, nanti jika kamu memikirkan seseorang hingga membuatmu ingin menangis ketika menulis maka kamu harus pilih salah satu. Menangis sampai matamu sembab atau menulis sampai jarimu kaku. Setelah itu tidurlah tapi jangan makan mimpimu. Kamu berhak bahagia dan kamu tau itu.




~popy 

You Might Also Like

3 comments

  1. baca tulisan kamu selalu bikin semangat menulis pop, meski tulisanku ga pernah sebagus kamu. hehe

    btw reza rahadian emang selalu kece yak...

    BalasHapus
  2. aku sudah berkali-kali baca ini..sudah angguk-angguk tiap baca mengiyakan setiap katanya...tapi sulit untuk melaksanakannya... under pressure.. menyalahkan dan selalu bersikap seolah korban padahal semua tergantung pilihan diri sendiri..

    BalasHapus
  3. maaf banget baru baca komenmu, jujur saja buatku juga engga mudah. kadang apa yang kutuliskan begitu bijaknya namun pada akhirnya aku juga sama sepertimu. Tulisan ini sebenarnya menyindir diriku sendiri. Sebagai pengingat juga penyemangat. Yok, sama-sama berjuang kita,apapun mimpinya.

    BalasHapus