Kesaksian Kartu ATM

23.2.18




Setiap bulan aku menghadirkan lembaran uang seratus ribu. Sayang, tidak ada yang terpilih untuk menyantuni anak yatim piatu.
Beberapa lembaran lima puluh dan dua puluh ribuan adalah anggota baru hasil kembalian dari cafe tempat ia menghabiskan malam. Paginya, sekawanan uang seratus ribuan pergi melunasi beberapa tagihan.
Hal itu mengecilkan jumlah uangnya, yang tersisa hanya lembaran lima puluh, dua puluh, sepuluh dan lima ribuan. Kebersamaan mereka tak sampai dua minggu, mereka pun hilang satu persatu.
Sudah akhir bulan, belum ada penghuni dompet yang sukarela ia bagikan pada saudaranya yang membutuhkan. Aku saja selalu kekurangan, begitu katanya. Entah apa yang kurang aku tak tau persis. Sekarang temanku hanyalah sekawanan uang receh. Aku penasaran sekiranya uang logam mana yang dipakainya untuk sedekah. 

Setiap bulan aku menghadirkan lembaran uang seratus ribu. Sayang, tidak ada yang terpilih untuk menyantuni anak yatim piatu. 




~popy 

You Might Also Like

2 comments

  1. yang receh memang selalu dianggap remeh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. begitulah... terima kasih sudah mampir :)

      Hapus