SESEORANG YANG HILANG

14.2.18



Senja tidak butuh alasan kenapa ia datang lalu kemudian memilih pergi. Ia tidak pernah benar-benar peduli seberapa lama langit menuntaskan biru. Ia tidak benar-benar peduli bagaimana bumi memutarkan waktu. Sebab mana yang lebih perlu? mengurusmu atau memaklumi rindu yang rentan keliru.

Wajah-wajah bergantian, berselisih tapi tak saling menyapa, mengapa?.  Keasingan mengubah pintu rumahmu jauh lebih murung, maka urung ku riang. Di pintu lain kau mengubah dirimu menjadi satu-satunya buku yang ingin dibuka. Aku membaca rindumu seperti aku ialah kata yang terpisah dari halaman yang selalu kau jaga sebelum tidur.

Atau kau ingin berkunjung ke halaman lain? meski di sana kau hanya akan menemukan makam-makam yang bertuliskan namamu sendiri atau nama perempuan lain yang kau lupakan di mimpimu. Dadamu dingin. lalu kau pinta aku bangunkan sebelum tiada, kali ini kau yang keliru, sebab kita telah mati dan hilang dipisah senja dan halaman.



(Perempuan kecil yang selalu ingin menjadi besar di hati setiap orang, sedang mencintai puisi dan rembulan. Punya banyak mimpi tapi rentan diam, dipasung kemalasan dan alasan.)

You Might Also Like

0 comments