DI BALIK JENDELA RUMAH

3.3.18

Di balik jendela rumah
Panas candu membakar kulit
Nafasnya pekat dan berkeringat
Seperti tua yang menjadi kabur tak melihat

Di balik jendela rumah
Jalan kesepian ditinggal sang kekasih
Lagu terakhir hanya kata dan amarah
Sungguh bicaranya lancang merayu jengah

Di balik jendela rumah
Waktu menggigil dan kelaparan
Lusuh si sulung meminta-minta
Demi adik yang sedang belajar tertawa

Di balik jendela rumah
Manusia dicaci seorang manusia yang lain
Kabarnya dengki juga butuh hujan
Sebab jiwanya telah lama kering dan keracunan

Penulis :

You Might Also Like

0 comments