GETIR TIADA AKHIR

5.3.18


Sepanjang malam ia tiada lelap
sepasang matanya nanar dijajah temaram
bila saja jawabanmu tak tega membuat gelap
Beliau tak buta arah dan kapal tentu tak jadi karam
mentari beringsut naik dari kaki timur
sebagian sinarnya memaksa masuk dari sekat jendela
masuklah lebih terang, agar mengenal bayang tak lagi begitu sukar
seperti kepedihan dengan mudah mencuri tahta dan meraja

seorang pejalan pernah berjanji tentang kesetiaan
kala itu bakda subuh ia lahir
ingin sekali bayi laki laki itu menangis
tapi suaranya terlalu parau ditelan pagi yang gusar

sepasang lampu taman masih menyala
bukankah matahari lebih kuasa
barang tentu kesia-siaan melawan kuasa
karna tabir selalu terkuak meski bibir waktu dibungkam lama

setiap pertanyaan bekerja dengan sungguh
saban pagi berjuang untuk siang yang akan datang
Harusnya riuh tidak memenuhi kepala berulang ulang
Bagaimanapun hatinya telah dipeluk sesal dan amarah
Penyesalan tak pernah ingin meninggalkan tuannya agak sebentar
perihal janji yang dihianati ingkar
Penyesalan diundang sedemikian
kepedihan adalah tamu air mata keabadian


You Might Also Like

0 comments