SAJAK-SAJAK YANG TERLUPAKAN

4.3.18


Waktu rentan khawatir, ragu dan terburu-buru.
Seperti ada yang tertinggal meski yang dikejar kadang lebih mencemaskan.
Tangan ibu melambai-lambai memanggil namamu. Kau harus segera pulang nak!

Hari esok ialah tanya hari ini. Layaknya hari ini yang lahir sebagai jawaban hari lalu. Lalu kau bertanya perihal rasa. Bagaimana cinta hidup di antara kedua hari, sedang kita punya hati yang berbeda?

Aku enggan. Sangat enggan untuk sekedar menulis. Jari-jariku tak lagi fasih, huruf-huruf terbatas dan gaduh. Sajak-sajak menjadi abu dan hilang di pungut lupa. Nyatanya kaulah yang melebihi waktu

Bukan tentang cinta apalagi hati yang berbeda. Namun sajakmu yang tak pernah lagi utuh. Apakah kau lupa jalan pulang, nak?


You Might Also Like

0 comments