TUAN DAN RINDU

1.3.18




Malam menumpahkan rindu di hati tuan yang telah lama tidur. Tubuhnya tersesat di pikiran orang lain yang lupa kapan terakhir kali ia menatap matanya sendiri. Ia hanya berusaha menyaksikan takdirmu berjalan atau melupakan suaramu yang pelan tak terdengar. Ia memasung keinginan yang merasuki setiap orang, meski sesekali ia pun ingin ingat bagaimana raut tuan menahan rindu.

Katanya Tuan tak suka terang, selalu terburu-buru dan mengantuk. Sedang siapapun boleh bangun dan tak ingin matikan lampu. Adalah ia yang telah lama berhenti menuliskan kata kata pilu, meski setiap yang tertulis masih bermakna haru. Jika rindu itu selalu menggaduh tuan, maka biarkan malam ikut lupa, lalu rasakan kata demi kata lahir dari hati perempuan yang puitis.

Perempuan datang menenangkan bunga-bunga layu dan menghibur ranting ranting yang jatuh ditinggal jauh oleh ibunya. Rasa tidak butuh kata, karna ia seringkali gugur diperangi masa, Tuan. Sementara raganya adalah bayangan yang tidak pernah cukup untuk kau kecup. Malam telah tumpah, sedang tuan masih tidur dan merindu. 






You Might Also Like

0 comments