Kopi dan asa tentangmu yang tak kunjung surut

2.7.18


Getar itu masih tersisa ditanganku. Padahal tangan ini bukan kali pertama menyuguhkan nampan kopi, untuk seseorang yang duduk di ruang tamu bersama ibu.

Aku tak ingin lagi melarutkan rasa dalam kopi untukmu. Namun apa dayaku, di tiap pertemuan selalu ada asa yang tumbuh subur tanpa perlu disiram. 

Aku berusaha membangun puing-puing impian, dalam tiap bait kata yang kau suguhkan. Perkara Larut atau tidak, itu semata tentang bagaimana kau menyeduh kopimu saat hangat.



You Might Also Like

0 comments